Laman
Benar saja, di salah satu tikungan, ada sebuah mobil lain melaju kencang tak terkendali. Ternyata pengemudinya mabuk. Tabrakan tak terhindarkan. Si ayah selamat, namun si anak terpental keluar. Kepalanya membentur aspal, dan menderita gegar otak yang cukup parah. Setelah berapa lama mendekam di rumah sakit, akhirnya si anak siuman. Namun ia tidak dapat melihat dan mendengar apapun. Buta tuli. Si ayah dengan sedih, hanya bisa memeluk erat anaknya, karena ia tahu hanya sentuhan dan pelukan yang bisa anaknya rasakan.
Begitulah kehidupan sang ayah dan anaknya yang buta-tuli ini. Dia senantiasa menjaga anaknya. Suatu saat si anak kepanasan dan minta es, si ayah diam saja. Sebab ia melihat anaknya sedang demam, dan es akan memperparah demam anaknya. Di suatu musim dingin, si anak memaksa berjalan ke tempat yang hangat, namun si ayah menarik keras sampai melukai tangan si anak, karena ternyata tempat 'hangat' tersebut tidak jauh dari sebuah gedung yang terbakar hebat.
Read More..
Banyak lebah mendatangi bunga yang kurang harum
Karena banyaknya madu yang dimiliki bunga
Tidak sedikit lebah meninggalkan bunga yang harum karena sedikitnya madu
Banyak laki-laki tampan yang tertarik dan terpesona oleh wanita yang kurang cantik
Karena memiliki hati yang cantik
Dan tidak sedikit pula wanita cantik ditinggalkan laki-laki karena jelek hatinya
Karena kecantikan yang sejati bukanlah cantiknya wajah tapi apa yang ada didalam dada
Maka percantiklah hatimu agar dicintai dan dirindukan semua orang.
By: Anonim
di saat itu pula aku tahu
Engkau dalah seorang bidadari…
Lihatlah...
Setiap ku memandangmu,:
amperemeter dan voltmeter cintaku selalu
menunjukan skala penuh,
dan gelombang di osiloskop hatiku
bergerak tak karuan,
Penuh dengan noise dan harmonisa…
akan tetapi amplitudonya mengalami penguatan
Setiap ku mendekatimu,
hatiku bergetar lebih dahsyat dari
getaran turbin yang membangkitkan
arus AC tiga fasa 220 volt 50 hertz.
Bila engkau jauh,
aku bagai komputer digital tanpa
mikroprosesor,
aku bagaikan rangkaian pemancar tanpa
catu daya.
Aku bagaikan AVO meter tanpa batu baterai
Karena hanya engkau yang bisa
me-recharge kekosongan
muatan kapasitor hatiku.
Hanya engkau yang bisa mengaktifkan
perangkat keras dan perangkat lunak
yang aku miliki
Hanya engkau yang bisa memfilter noise dalam kehidupanku
Aku ingin hatiku dan hatimu bagai anoda
dan katoda dari
dioda yang dibias maju
Aku ingin hati kita bagai belitan
induktor yang melekat kuat pada inti
transformator
aku ingin cintaku dan cintamu kokoh sekokoh BTS yang menancap ke bumi
aku ingin kamu dan diriku seperti modulasi AM
yang selelu bersama dengan sinyal carier-nya.
Maka biarlah tahanan di antara hati kita
besarnya
tidak lebih dari satu ohm agar
sinyal-sinyal analog yang aku kirim
boleh mengalir indah dari emitter hatiku
sampai di kolektor hatimu tanpa
distorsi yang berarti.
Biarlah sinyal-sinyal itu engkau
sampling, kuantisasi dan dekodekan
agar engkau bisa menganalisis
kesungguhan byte-byte cinta ini.
Aku yakin bahwa impedansi cintaku dan impedansi cintamu akan match
Aku yakin frekuensi kerja hatiku dan hatimu akan sinkron…
Aku akan menjaga sinyal cinta ini agar tidak mengalamai distorsi..
Kamu tahu…rasa ini bagai antena yang selalu meradiasikan gelombang frekuensi tinggi…
Aku harap kamu bisa menjadi receiver yang menangkap sinyal cinta yang ku transmitkan kepadamu…
Kamu tahu? Aku yakin dengan seiringnya waktu
Cintaku yang masih 3G akan berubah menjadi 4G bahkan lebih…
Jangan sangsikan ketulusanku padamu.
Biarlah keraguanmu aku tapis menggunakan
band pass filter.
Kalau tak percaya pada cintaku, belahlah
dadaku.
Engkau akan melihat namamu tertera indah
pada display LCD hatiku.
Masih tak percaya?
Belahlah lebih dalam lagi,
engkau akan melihat rangkaian penerima
yang jalur-jalurnya telah cacat akibat
menerima gelombang elektromagnetik
intensitas tinggi yang
engkau pancarkan.
Masih tak percaya juga?
Biarlah....
Demi engkau aku rela memutus saklar
utama kehidupanku
agar engkau tahu betapa besarnya
amplitudo cintaku.
Percayalah padaku hanya engkau cintaku.
Mahasiswa Teknik Telekomunikasi POLBAN
Terinspirasi dari “Puisi Anak Elektro” Ade Kusnadi Read More..
Kubiaran kapalku terbang!
Meski jauh mengawang-awang
Hati ini Tak lagi lara...
Sungguh..
Hanya Luka!
Berdegap gemuruh kapalku terbang
Jauh membelah angkasa
Hingga kian tak nampak digaris
cakrawalaKemana kapalku terbang?
kembalilah dalam hitungan ke-3 1... ... 2... ... 3... ...Kapalku tak lagi pulang...
Entah pergi mengawang, mengabur dalam kubur
tak lagi kubiarkan kapalku terbang
Mengawang tak kembali pulang
(Prahara, Novemer 2006)
Karya: Auh 715
Auh 715 adalah salah seorang sobat terbaik penulis. dulu beliau pernah aktif bersama penulis dalam sebuah organisasi jurnalistik. Penulis kagum dengan karya-karya goresan penanya yang mengandung muatan gelap, tegas, kasar dan amarah namun disisi lain menunjukkan kelemahan, kesedihan dan sepi.
Aiuh 715 tak pernah menyebut karya-karyanya sebagai bentuk puisi. ia kerap memanggilnya "Kenyataan Hati" karena setiap puisi-puisinya adalah sejarah kehidupan. satu hal pelajaran yang paling berharga yang penulis dapatkan dari seorang Auh 715 "Sedia membantu orang lain di setip saat dan keadaan walaupun kita berada di balik layar".
"Sengaja ku tempelkan karyamu sobat, di beranda ku yang sederhana ini sebagai rasa hormat ku pada ketulusan dan karyamu"
Oleh: Sang Kuli Tinta

Karena kmi kuli tinta
tiada apa yang kami punya
hanya perkamen-perkamen tua dab goresan tinta hitam
selama kami menggerak pena
masih lagi semangat disetiap derap langkah kami
masih lagi pertaruhkan jiwa yang ditiupkan-Nya satu kali
apa yang kami dengar tak seperti apa yang kami lihat,
maka kami mencari!
pernah kami berjuang diantara medan pertempuran
diantara dentuman dan rentetan laras panjang
merangkak, bersama mereka yang terluka dan mati muda
berselimut lumpur dan sengatan matahari
kejam, sungguh!
Tapi itulah jiwa kami
jiwa penantang prahara
ketakutan, Kecemasan --- buang semua!
tiada lagi yang dapat menggoyah semangat kami
tiada lagi yang akan menghapus peluh kami
kare kami kuli tinta,
berjuang bersimbah darah dan memacu waktu
dari kami kuli tinta,
dengar dan kemudain rasakan...
create by: AUH 715 dipersembahkan untuk semua kuli tinta PIJAR PAGI..
SEMANGAT berjuang wahai kawan... Read More..
