Penantian Seorang Ayah
Selasa, April 13, 2010 | Author: DUNIA REDAKSI PIJAR PAGI
Tersebutlah seorang ayah yang mempunyai anak. Ayah ini sangat menyayangi anaknya. Di suatu weekend, si ayah mengajak anaknya untuk pergi ke pasar malam. Mereka pulang sangat larut. Di tengah jalan, si anak melepas seat beltnya karena merasa tidak nyaman. Si ayah sudah menyuruhnya memasang kembali, namun si anak tidak menurut.

Benar saja, di salah satu tikungan, ada sebuah mobil lain melaju kencang tak terkendali. Ternyata pengemudinya mabuk. Tabrakan tak terhindarkan. Si ayah selamat, namun si anak terpental keluar. Kepalanya membentur aspal, dan menderita gegar otak yang cukup parah. Setelah berapa lama mendekam di rumah sakit, akhirnya si anak siuman. Namun ia tidak dapat melihat dan mendengar apapun. Buta tuli. Si ayah dengan sedih, hanya bisa memeluk erat anaknya, karena ia tahu hanya sentuhan dan pelukan yang bisa anaknya rasakan.

Begitulah kehidupan sang ayah dan anaknya yang buta-tuli ini. Dia senantiasa menjaga anaknya. Suatu saat si anak kepanasan dan minta es, si ayah diam saja. Sebab ia melihat anaknya sedang demam, dan es akan memperparah demam anaknya. Di suatu musim dingin, si anak memaksa berjalan ke tempat yang hangat, namun si ayah menarik keras sampai melukai tangan si anak, karena ternyata tempat 'hangat' tersebut tidak jauh dari sebuah gedung yang terbakar hebat.

Read More..
Dia Yang Bersembunyi di Antara Bunga
Rabu, Desember 02, 2009 | Author: DUNIA REDAKSI PIJAR PAGI

Banyak lebah mendatangi bunga yang kurang harum
Karena banyaknya madu yang dimiliki bunga
Tidak sedikit lebah meninggalkan bunga yang harum karena sedikitnya madu

Banyak laki-laki tampan yang tertarik dan terpesona oleh wanita yang kurang cantik
Karena memiliki hati yang cantik
Dan tidak sedikit pula wanita cantik ditinggalkan laki-laki karena jelek hatinya


Karena kecantikan yang sejati bukanlah cantiknya wajah tapi apa yang ada didalam dada
Maka percantiklah hatimu agar dicintai dan dirindukan semua orang.

By: Anonim

Read More..
CINTA BAK ELEMEN TELEKOMUNIKASI
Minggu, November 22, 2009 | Author: DUNIA REDAKSI PIJAR PAGI
Tatkala pertamakali ku mengenalmu,,,

di saat itu pula aku tahu
Engkau dalah seorang bidadari…


Lihatlah...


Setiap ku memandangmu,:


amperemeter dan voltmeter cintaku selalu


menunjukan skala penuh,


dan gelombang di osiloskop hatiku


bergerak tak karuan,


Penuh dengan noise dan harmonisa…


akan tetapi amplitudonya mengalami penguatan



Setiap ku mendekatimu,


hatiku bergetar lebih dahsyat dari


getaran turbin yang membangkitkan


arus AC tiga fasa 220 volt 50 hertz.



Bila engkau jauh,


aku bagai komputer digital tanpa


mikroprosesor,


aku bagaikan rangkaian pemancar tanpa


catu daya.


Aku bagaikan AVO meter tanpa batu baterai



Karena hanya engkau yang bisa


me-recharge kekosongan


muatan kapasitor hatiku.
Hanya engkau yang bisa mengaktifkan
perangkat keras dan perangkat lunak
yang aku miliki


Hanya engkau yang bisa memfilter noise dalam kehidupanku




Aku ingin hatiku dan hatimu bagai anoda


dan katoda dari
dioda yang dibias maju


Aku ingin hati kita bagai belitan
induktor yang melekat kuat pada inti
transformator



aku ingin cintaku dan cintamu kokoh sekokoh BTS yang menancap ke bumi


aku ingin kamu dan diriku seperti modulasi AM

yang selelu bersama dengan sinyal carier-nya.


Maka biarlah tahanan di antara hati kita
besarnya


tidak lebih dari satu ohm agar


sinyal-sinyal analog yang aku kirim


boleh mengalir indah dari emitter hatiku


sampai di kolektor hatimu tanpa


distorsi yang berarti.



Biarlah sinyal-sinyal itu engkau


sampling, kuantisasi dan dekodekan


agar engkau bisa menganalisis


kesungguhan byte-byte cinta ini.



Aku yakin bahwa impedansi cintaku dan impedansi cintamu akan match


Aku yakin frekuensi kerja hatiku dan hatimu akan sinkron…



Aku akan menjaga sinyal cinta ini agar tidak mengalamai distorsi..


Kamu tahu…rasa ini bagai antena yang selalu meradiasikan gelombang frekuensi tinggi…


Aku harap kamu bisa menjadi receiver yang menangkap sinyal cinta yang ku transmitkan kepadamu…


Kamu tahu? Aku yakin dengan seiringnya waktu


Cintaku yang masih 3G akan berubah menjadi 4G bahkan lebih…



Jangan sangsikan ketulusanku padamu.


Biarlah keraguanmu aku tapis menggunakan
band pass filter.



Kalau tak percaya pada cintaku, belahlah


dadaku.


Engkau akan melihat namamu tertera indah


pada display LCD hatiku.


Masih tak percaya?


Belahlah lebih dalam lagi,


engkau akan melihat rangkaian penerima


yang jalur-jalurnya telah cacat akibat


menerima gelombang elektromagnetik


intensitas tinggi yang


engkau pancarkan.


Masih tak percaya juga?


Biarlah....


Demi engkau aku rela memutus saklar


utama kehidupanku


agar engkau tahu betapa besarnya


amplitudo cintaku.



Percayalah padaku hanya engkau cintaku.



By: Kuli Tinta
Mahasiswa Teknik Telekomunikasi POLBAN

Terinspirasi dari “Puisi Anak Elektro” Ade Kusnadi Read More..

~Terbang~
Rabu, Oktober 28, 2009 | Author: DUNIA REDAKSI PIJAR PAGI

Kubiaran kapalku terbang!

Meski jauh mengawang-awang

Hati ini Tak lagi lara...

Sungguh..

Hanya Luka!

Berdegap gemuruh kapalku terbang

Jauh membelah angkasa

Hingga kian tak nampak digaris cakrawala

Kemana kapalku terbang? kembalilah dalam hitungan ke-3 1... ... 2... ... 3... ...

Kapalku tak lagi pulang...

Entah pergi mengawang, mengabur dalam kubur

tak lagi kubiarkan kapalku terbang

Mengawang tak kembali pulang

(Prahara, Novemer 2006)

Karya: Auh 715


Auh 715 adalah salah seorang sobat terbaik penulis. dulu beliau pernah aktif bersama penulis dalam sebuah organisasi jurnalistik. Penulis kagum dengan karya-karya goresan penanya yang mengandung muatan gelap, tegas, kasar dan amarah namun disisi lain menunjukkan kelemahan, kesedihan dan sepi.

Aiuh 715 tak pernah menyebut karya-karyanya sebagai bentuk puisi. ia kerap memanggilnya "Kenyataan Hati" karena setiap puisi-puisinya adalah sejarah kehidupan. satu hal pelajaran yang paling berharga yang penulis dapatkan dari seorang Auh 715 "Sedia membantu orang lain di setip saat dan keadaan walaupun kita berada di balik layar".


"Sengaja ku tempelkan karyamu sobat, di beranda ku yang sederhana ini sebagai rasa hormat ku pada ketulusan dan karyamu"

Oleh: Sang Kuli Tinta


Read More..

Kuli-Kuli Tinta
Rabu, Juni 24, 2009 | Author: DUNIA REDAKSI PIJAR PAGI

Karena kmi kuli tinta
tiada apa yang kami punya
hanya perkamen-perkamen tua dab goresan tinta hitam
selama kami menggerak pena
masih lagi semangat disetiap derap langkah kami
masih lagi pertaruhkan jiwa yang ditiupkan-Nya satu kali
apa yang kami dengar tak seperti apa yang kami lihat,
maka kami mencari!
pernah kami berjuang diantara medan pertempuran
diantara dentuman dan rentetan laras panjang
merangkak, bersama mereka yang terluka dan mati muda
berselimut lumpur dan sengatan matahari
kejam, sungguh!
Tapi itulah jiwa kami
jiwa penantang prahara
ketakutan, Kecemasan --- buang semua!
tiada lagi yang dapat menggoyah semangat kami
tiada lagi yang akan menghapus peluh kami
kare kami kuli tinta,
berjuang bersimbah darah dan memacu waktu
dari kami kuli tinta,
dengar dan kemudain rasakan...

create by: AUH 715 dipersembahkan untuk semua kuli tinta PIJAR PAGI..
SEMANGAT berjuang wahai kawan... Read More..